Dear readers. Untuk kesempatan kali ini aku mau cerita sedikit mengenai 2 sosok makhluk yang berbeda spesies, hahaha tidak tidak, mereka manusia kok, hanya mungkin berbeda kultur budaya dan bahasa.
Saat ini aku adalah seorang mahasiswi semester 1 prodi pendidikan matematika, fakultas ilmu tarbiyah dan keguruan, UIN Sya-Hid Jakarta. Tahun ini, prodi pendidikan matematika menerima 98 orang mahasiswa baru. Aku, 94 orang lainnya, dan 2 sosok yang nantinya akan kuceritakan lebih lanjut. Hehe
2 sosok itu adalah teman satu jurusan, mereka berdua adalah orang Turki. Turki. Kalian tau Turki kan? Suatu negara yang berada di dua benua (Asia dan Eropa), ber-ibu kota Istanbul. Mereka berdua berkromosom XX, bernama Gigek Seyma dan Turker kader.
Turker Kader, panggilannya Kader. Dibaca Kadessh, perawakannya tinggi (lebih tinggi dariku-_-) berkacamata, dan bermuka hmm *maaf lebih dewasa. Ketika awal perkuliahan, dan aku melongokkan kepala ke kelas B, aku kira si Kader lohh dosennya. Eh ternyata :p
Menurut pendapat teman-temanku yang sekelas dengannya (IB), Kader lebih mudah bersosialisasi dengan mahasiswa lainnya, dibanding Seyma.
Gigek Seyma. Panggilannya Seyma. Aku sering mendengar Kader memanggil Seyma dengan nada dangdut. Bagian 'sey' nya dibaca "shheey" dan bagian 'ma' nya dibaca seperti ada huruf 'ain (dalam bahasa arab). Hahaha lucu sekali mendengarnya.
Seyma berparas cantik, perawakannya juga tinggi. And hell yeah, hidungnya temaaaan!!! membuat aku dan teman-teman perempuan lain berdecak envy,ckckck, mancung sekali. Kalau kata Nindy, jarak antara ujung hidungnya dengan bibir itu jauuuuuuuuh bgt. Ba-nget. kayak perosotan-_-
Mereka berdua berkomunikasi menggunakan Bahasa Turki, sekilas terdengar seperti bahasa arab campur inggris, dan mereka berdua suka asik dengan dunia mereka dan membuat teman-teman di sekelilingnya memandang dengan aut wajah yang terheran heran.
What are they absolutely talkin' bout?
Maybe they're mockin' us?
Or they laughed at us?
Hanya mereka dan Allah yang tau, hehe
Teman, ketika mereka berbicara menggunakan bahasa indonesia, terdengar sangat berhati-hati. Mungkin karena belum begitu fasih.
Dan mereka berdua selalu menggunakan long coat, selalu... mungkin itu pakaian khas turki, hello padahal indonesia panas :o hahaha
Jadi, ketika sabtu, jadwal praktikum kimia dasar, aku satu kloter dengan kedua turki tersebut (kloter pagi), dan ketika assisten lab memberitahukan akan ada pertemuan tambahan utk evaluasi laporan praktikum, mereka protes, yeah
" Ke-na...pa jam seem..bi..lan?"
"Ke..pagian... Ma..cet..."
"Be..lum sarapan"
Mereka berdua gantian berceloteh dengan logat turki yang kental, dan satu ruangan pun langsung melirik dan tertawa ke arah mereka. Aku ga tau apa yang ada di fikiran mereka, mungkin mereka bingung, karna mereka tidak melucu tetapi orang-orang tertawa.
Kejadian serupa terjadi di kelas tambahan bahasa Inggris di 411. mereka berdua duduk di belakangku, mereka heboh sendiri-.- sepertinya mereka salah gaul, karena anak-anak di kelas B otaknya sobek-sobek semua, mereka pun jadi ikutan sobek, atau mungkin otaknya terkoyak koyak hehehe
Ya, mereka berdua bercakap2 menggunakan bahasa turki dengan cepat dan suara yang lumayan kencang, padahal mr. jusnadi sedang menerangkan materi mengenai modal verbs-_- duh...
dan ketika aku, nindy, ghaida, dan safitri nengok ke belakang, mereka diam dan ketawa lagi (---____---)
Trus aku nanya ada apa, tapii yaaa mereka ga jelas ngetawain apaan >.< trus ujung-ujungnya si kader minta izin ke belakang karena mau pipi, haaah macam nunung dia :p untung ga ngompol.
Seyma mngeluarkan handphone dan berkata padaku
"Bi..sa.. nomor hape..?"
" Ya?" jawabku, tak mengerti maksudnya
"Iya, bisa nomor ha..pe?"
"Oh iya bisa :)"
Kami pun bertukar nmr hp, sebenernya gatau juga kenapa harus tukeran nmr hp-_- tapi ya gapapalah lumayan punya kenalan anak turki, kalo kata anak2 sobek (turki= turunan kidul)
oalaaah hahaha
sekian cerita tentang 2 anak turki di pmtk, mungkin kalo ada kesempatan akan aku upload foto mereka :D
Thanks
Tidak ada komentar:
Posting Komentar